Jumat, 27 Agustus 2010
Dikenal Sebagai Makam Tokoh Agama Islam, Tapi Dipercaya Makam Yesus
Senin, 23 Agustus 2010
WHAT IF MUHAMMAD HARUS AKUI ISA AL-MASIH LEBIH SUPERIOR ?
Teman saya, seorang ayah Muslim terpelajar telah memberi nama ISA bagi anaknya. Saya, ex Muslim lalu bertanya kenapa nama itu yang menjadi pilihannya dan bukan nama nabi yang lebih besar lagi? Sang ayah menjawab: “Siapa lainnya? Itu kan salah satu nabi yang punya nama terbesar dalam Quran. Sekalipun dia tidak diatas Nabi Muhammad, namun dia kan tidak dilebihi oleh siapapun lainnya”. Hah! Saya jadi terperangah mendengar pendapatnya!
Dulu saya tidak tahu, maka terperangah. Kini saya bukan hanya tahu, namun saya – tidak seperti ayahnya si-Isa itu— malah duluan mengambil langkah lebih meninggalkan Islam setelah tahu apa kata Muhammad tentang Yesus. Dulu, sebagaimana Muslim nominal lainnya saya hanya TAHU bahwa Isa lahir ajaib tanpa ayah, bisa menyembuhkan orang sakit kusta, menghidup-kan orang mati, dan naik ke sorga. Ya, sampai disitu saja, yang praktis-praktis saja, dan semua yang diketahui secuil-secuil ini tidak berdampak bagi keinginan-tahu saya yang lebih tinggi lagi. Ini mendatangkan pertanyaan serius, sebab apa yang diketahui oleh saya dan Muslim kebanyakan itu sesungguhnya sudah sangat-sangat ajaib bahkan dahsyat! Jadi kenapa berita ajaib ini tak berdampak bagi Muslim?
Sabtu, 07 Agustus 2010
Senin, 31 Mei 2010
Apa itu SYARIAH?
Pengantar
Pada abad ke dua puluh satu ada peningkatan panggilan untuk kepatuhan syariah yang lebih besar di Barat, terutama di Inggris, dan untuk syariah penuh untuk dipraktekkan di negara-negara Muslim lebih.
Syariah adalah kata bahasa Arab yang berarti “jalan” atau “jalan”. Masa kini digunakan untuk menyebut “hukum Islam”, sistem hukum agama rinci yang dikembangkan oleh sarjana Muslim di tiga abad pertama Islam. Hukum ini mengungkapkan cara Islam hidup dan – lebih dari Al-Qur’an – adalah kunci untuk memahami Islam. Syariah mencakup semua aspek kehidupan dan tidak memisahkan sekular dari lingkungan agama. Menyediakan kerangka kerja dos dan tidak boleh dilakukan, ritual dan aturan-aturan di mana seorang Muslim memimpin hidupnya.
Minggu, 27 September 2009
PESAN PENYUNTING
Naskah yang sedang Anda baca ini adalah bentuk revisi dari tulisan asli karya Mohammad Al Ghazoli yang diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, salah satunya bahasa Inggris oleh Dr. R. Winston Mazakis. Karya Ghazoli (dan terjemahan Mazakis) mendeskripsikan arti dari bahasa Arab yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadits sering kali tidak tampak dalam terjemahan Inggris. Kaum Muslim mengimani bahwa tidak ada satupun terjemahan Al-Qur’an yang dapat menjadi pegangan resmi; semua terjemahannya dinamakan sebagai “upaya menjelaskan” (interpretation).
Saya telah menambahkan referensi tambahan yang telah mengkonfirmasikan sumber-sumber Al Ghazoli, dari Al-Qur’an1, Hadits, Sunah2 dan tulisan lainnya, untuk mendokumentasikan penelitian sahihnya. Saya telah menambahkan pula catatan kaki yang memperjelas hal-hal yang mungkin sudah banyak diketahui oleh kaum Muslim pada umumnya, namun tidak diketahui oleh sebagian kecil lainnya.
- David W. Daniels -
NB. Terjemahan kedalam bahasa Indonesia ini telah diringkas dari aslinya, hingga pasal yang kesepuluh, dengan beberapa catatan tambahan disetiap pasal guna menerangi. Dalam hal ada rujukan Hadits Shahih Bukhari tambahan dalam peringkasan ini, maka hal itu terambil dari terjemahan H.Zainuddin Hamidy cs, Volume I-IV, terbitan “Wijaya, Jakarta, edisi ke-13.
PENDAHULUAN - Tentang Saya
Saya adalah seseorang yang berjalan di jalan yang panjang, mencari kebenaran di semua sudut dan semua jalan. Siapa itu Musa, Yesus dan Muhammad! Akhirnya sampai kepada kesadaran yang mendalam, bahwa diri saya selama 40 tahun telah tertawan dalam sel kebanggaan pada sebuah penjara besar yang bernama ketidak-jelasan dalam agama bangsa saya.
Saya telah menyelesaikan studi tingkat universitas, menerima gelar Master dalam Ekonomi dan Ilmu Politik di Mesir. Dan memulai menitih karier pada bisnis manajemen penerbitan di sebuah koran Arab. Dua tahun kemudian saya menjadi pemimpin editor, lalu bekerja selama lima tahun sebagai penasehat pers untuk seorang presiden Arab.1 Saya telah menerbitkan sepuluh buku mengenai ekonomi, sosiologi dan politik yang menjangkau pasar dunia Arab maupun internasional. Dan Sebagian telah diterjemahkan dalam tiga bahasa.
Bab 1 - Rasul Allah atau Manusia yang Dirasulkan?
Apakah Abu Talib, seorang Yahudi, Kristen atau kafir? Beberapa sarjana mengatakan dia adalah seorang pagan yang mengimani Manat dan Uzza, dewi-dewi pujaan Mekah. Yang lain mengatakan dia simpatisan Kristen yang mengimani Al Masih dan Alkitab, buktinya terdapat dalam pernyataannya: “Orang-orang terbaik mengetahui bahwa Kutum (panggilan untuk Muhammad) adalah pengikut dari Musa dan Al Masih anak Maryam.” Walau demikian, Abu Talib tetap menolak untuk mengakui Muhammad sebagai nabi dan terus memanggil dia dengan sebutan Kutum.
Bab 2 - 23 Kali Pernikahan Muhammad
Al-Qur’an menyatakan bahwa Muhammad hanya seorang rasul, walaupun kaum Muslim menganggap dia sebagai seorang nabi agung. Namun dia dianggap seperti orang yang hidup dan mati sama seperti orang lain. Dengan kata lain, Al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad tidak memberikannya karakteristik khusus, yang membedakan dirinya dengan manusia lain. Namun sangat aneh dan bertolak belakang, bahwa tiba-tiba Al-Qur’an memang membedakan diri Muhammad, dengan memberikannya lebih banyak hak keistimewaan dan sedikit kewajiban.
Sebagai contoh, Al-Qur’an memberikan kaum Muslim hak untuk menikahi maksimum empat orang istri. Namun Al-Qur’an menyatakan:
“Wahai, Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan perempuan mu’min yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu’min. Supaya tidak menjadi kesempitan bagimu”2
Bab 3 - Sang Diktator, Raja Rasisme
Kisah tentang Ali
Ali bin Abu Talib adalah sepupu dari Muhammad dan salah satu dari sepuluh sahabat nabi yang membawakan pesannya. Dia pernah satu kali menyelamatkan Muhammad, dengan cara mengambil posisi Muhammad di tempat tidurnya (di mana dia sendiripun hampir mati), ketika Muhammad kabur dari kota tersebut.1 Ali, seorang pemuda yang terpelajar, mendapatkan pengetahuan dari pamannya, Abu Al-Hakam, yang juga seorang terpelajar dengan perpustakaan terbesar di Arabia. Namun, Muhammad dan kaum Muslim menuduh Abu Al-Hakam sebagai orang bodoh, dan memberikan Abu Al-Hakam sebuah julukan mencemooh, Abu-Jahl, “bapak dari kebodohan.”2
Bab 4 - Terorisme dan Intimidasi dalam Islam
Semua tindakannya, sesungguhnya sedang mencerminkan sebuah inferioritas yang akut – kompleks yang dia alami semasa hidupnya – sebagai akibat dari hidupnya yang miskin hingga umur dua puluh lima tahun, dan tidak berpendidikan. Untuk mengimbangi masa lalunya, dia memberikan dirinya kekayaan, kehormatan dan predikat kenabian.
Sudah dikatakan di depan bahwa di Medinah, Muhammad berhasil melipat gandakan pengikutnya untuk mendukung misinya. Tetapi sekarang dia menghadapi masalah. Dari manakah dia akan mendapatkan uang yang ia butuhkan untuk menghidupi anak buahnya? Dia tidak menemukan cara lain, selain melakukan serangan, penjarahan dan perampokan –atas nama Allah – yang mengakibatkan pembunuhan dan pertumpahan darah.